PESAN TERAKHIR DARI SAHABAT
Langkah demi langkah telah kami tapaki. Panas, hujan, senang dan duka telah kami jalani. Kebersamaan ini seakan tak bisa digantikan oleh uang ataupun berlian yang mahal. Itulah Aku dan Icha. Kami sudah bersahabat sangat lama, dari mulai Sampai saat ini di bangku kuliah. Banyak hal yang kami lalui. Sampai di semester 4 ini kam selalu kompak. Meskipun ada masalah yang menghadang kami tetap bersama. Saat itu ketika aku sedang berjalan melewati perpustakaan, aku melihat Icha dududk sendiri dalam keadaan wajah yang murung.
"Hai Cha....!!? Kmu kenapa??" Tanya ku
"Haah.. Aa.. Aku.. Aku nggak apa – apa kok Ndin?!" Jawabnya terkejut
Langkah demi langkah telah kami tapaki. Panas, hujan, senang dan duka telah kami jalani. Kebersamaan ini seakan tak bisa digantikan oleh uang ataupun berlian yang mahal. Itulah Aku dan Icha. Kami sudah bersahabat sangat lama, dari mulai Sampai saat ini di bangku kuliah. Banyak hal yang kami lalui. Sampai di semester 4 ini kam selalu kompak. Meskipun ada masalah yang menghadang kami tetap bersama. Saat itu ketika aku sedang berjalan melewati perpustakaan, aku melihat Icha dududk sendiri dalam keadaan wajah yang murung.
"Hai Cha....!!? Kmu kenapa??" Tanya ku
"Haah.. Aa.. Aku.. Aku nggak apa – apa kok Ndin?!" Jawabnya terkejut
Hari itu aku melihat sahabatku untuk pertama kalinya tak ceria.
Sebelumnya aku tidak oernah melihatnya seprti itu, yang biasanya ku
lihat adalah goresan senyuman kecil nan manis dari bibirnya. Aku bingung
dan termenung di depannya.
***
Komentar
Posting Komentar